Tampilkan postingan dengan label MBTI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MBTI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Juni 2020

Daftar Program Konsultasi & Kesaksian

Daftar Program Konsultasi Online & Kesaksian

Paket konsultasi yang tersedia antara lain:

1.  Konsultasi life coaching & mentoring (MOST ORDERED)

Durasi: 1 sesi 30-40 menit, konsultasi via WhatsApp chat / video call
Tarif: Rp. 100.000 / 3 sesi (jumlah sesi minimal 3x)
(harga bisa disesuaikan tergantung kondisi keuangan Anda)
Anda dapat mengkonsultasikan masalah pribadi, kendala mentalitas Anda dalam hidup sehari-hari. Temukan sebab dari kecemasan, kekhawatiran, ketidaknyamanan (insecurity) atau kendala apapun yang bisa saya tangani memakai tipologi Jungian. Anda juga akan mendapatkan tips praktis, kiat-kiat mengendalikan risiko gangguan tertentu dari kecenderungan mental Anda yang selama ini sering mengganggu kehidupan Anda.
Paket ini juga bisa digabung dengan layanan paket lainnya.
Untuk paket ini, Anda disarankan membeli buku “Intisari Tipologi Jungian” dengan potongan harga jadi Rp. 50.000 saja. Buku inilah “kitab” penting yang akan sering dipakai dalam konsultasi Anda nantinya.
Untuk ketentuan lebih rincinya, coba tanyakan saya langsung melalui WhatsApp.

2. Konsultasi pernikahan / pasangan hidup

Durasi : 1 sesi 30-50 menit, konsultasi via WhatsApp chat atau video call
Tarif: Rp. 100.000 / sesi (jumlah sesi bisa 1 / lebih tergantung kebutuhan)
Paket ini cocok untuk Anda yang sudah punya pasangan hidup, namun butuh perkiraan risiko masalah jangka panjang antara Anda dan pasangan Anda. Anda juga akan mendapatkan bimbingan pengarahan berisi kiat-kiat praktis untuk kendala dan manajemen konflik dalam hubungan intim antara Anda dengan kekasih Anda.
Kalau Anda juga baru nikah dengan pasangan Anda, belum punya anak, Anda juga bisa berkonsultasi dengan memilih paket yang satu ini.

3.  Konsultasi pemilihan karier atau jurusan kuliah

Durasi : 1 sesi 30-50 menit, konsultasi via WhatsApp chat atau video call
Tarif : Rp. 50.000 / sesi (jumlah sesi bisa 1 / lebih tergantung kebutuhan)
Paket ini cocok untuk Anda yang butuh saran pilihan karier pekerjaan, jurusan kuliah / bidang studi, atau untuk Anda yang butuh solusi manajemen organisasi bahkan bimbingan pilihan peran penting Anda dalam komunitas tempat kerja Anda. Solusi dan saran yang tepat, dan tidak “mengkotakkan” secara kaku seperti yang beredar di kebanyakan situs yang menyediakan test online MBTI.

4.  Konsultasi parenting Anak

Durasi: 1 sesi 30-50 menit, konsultasi via WhatsApp chat / video call
Tarif: Rp 50.000 / 1 sesi (jumlah sesi minimal 3x)
(harga bisa disesuaikan juga tergantung kondisi keuangan Anda)
Program ini cocok bagi Anda, ayah dan bunda yang sedang kebingungan mencari cara untuk menghadapi kendala buah hati Anda yang sudah memasuki usia remaja. Anda yang juga butuh tips & trik parenting juga cocok memesan program yang satu ini. Untuk ketentuan lanjut pelaksanaan paket konsultasi ini, segera hubungi saya via WhatsApp!
Saya sudah pernah membimbing, mengarahkan seorang anak muda INTJ yang awalnya punya sikap yang begitu benci dengan anggota keluarganya sendiri, perlahan-lahan mengalami perubahan sikap mental bahkan bukan hanya hubungan dengan orang tuanya saja. Dia juga mengalami perbaikan dalam banyak aspek kehidupan.

Waktu yang tersedia untuk layanan konsultasi:
Senin s/d Sabtu pkl 13.00 s/d 20.00 WIB

5.  Pesan buku Tipologi Jungian saja, tanpa konsultasi

Harga e-book berformat pdf : Rp. 100.000
Buku ini penulis buat sedemikian rupa untuk menjadi referensi pemandu baik para pemula yang ingin belajar mendalami sebab cara berpikirnya, untuk mengenali lebih dalam dan paham lebih sebab-sebab dari cara berpikir Anda yang respons Anda dalam berbagai situasi. Buku ini layak menjadi referensi mendasar untuk meluruskan kesalahpahaman ataupun penyimpangan mindset yang kerap terjadi di kalangan penggemar pemula MBTI.

Preview sampul & isi buku

Kalau belum yakin seperti apa isi buku elektronik racikan saya, mari dicoba dilihat-lihat dulu sampul dan daftar isi buku intisari racikan saya...


 Ditulis & diedit oleh: Valentino Gratia

Jungian Indonesia
Mari follow instagram kami di @enambelastipe
Founder Jungian Indonesia:
Yustinus Halim – ig: @yustinus.halim24  |  Joel B.C. Sitohang – ig: @joelbcs
Valentino Gratia – ig: @valentinogratia ; WhatsApp 0813 8790 8904
Facebook: Valentino Gratia https://web.facebook.com/kgbussr91artinov/

Jangan ragu-ragu untuk berkonsultasi tanya jawab
dengan menghubungi penulis via WhatsApp

Jungian typology for better Indonesian youth,
wiser Indonesian parent, and brighter Indonesian children!


Kesaksian Perubahan Nyata dari Klien Konsultasi Online

Hai, perkenalkan nama saya Valentino Gratia. Saya telah berpengalaman membimbing sekitar 20 anak muda dengan konsultasi online dengan menggunakan WhatsApp.. Kira-kira mereka terima apa aja sih??

  1. Mengajak mereka mengenal lebih dalam mentalitas dan gaya berpikir mereka yang melatari kepribadian perilaku tampaknya
  2. Membimbing mereka menyadari kekurangan, kendala, kecemasan, ketakutan mereka
  3. Mengajak mereka untuk menghadapi kendala tersebut dengan tips & kiat cara yang berbasis tipologi Jungian
  4. Memberikan saran manajemen konflik dalam hubungan dengan orang lain. Ada yang mengeluhkan tentang teman sebayanya, rekan kerja sebaya, bahkan ada yang diperlakukan kurang layak dari orang tuanya.
  5. Memberi bimbingan konsultasi tentang jurusan, konsentrasi/peminatan.
  6. Memberi saran peran teroptimal yang bisa dijalankan seorang karyawan muda dalam pergaulan lingkungan tempat kerjanya. Ini juga tak jauh dari menerapkan tipologi Jungian 

Zulfahmi Muslim, seorang dokter muda yang juga penggemar MBTI, mengakui tercerahkan setelah membaca buku intisari Tipologi Jungian


“Setelah aku baca buku intisari ini sih jelas isinya padat dan jelas. Dulu pas aku baru kenal MBTI itu yang aku pikir hanya seperti hal yang gak logis, mengkotakkan orang hanya 16 tipe saja, tapi ternyata setelah membaca dan konsul lebih jauh bersama mas Valen, saya akui kepribadian manusia memang dinamis dan gak statis! Dari perspektif sains, tipologi Jungian juga didukung dengan bukti sehingga bisa lebih komprehensif dalam memahami kepribadian orang.”

Anggie, Merasakan Bukti Nyata Manfaat Konsultasi Online menerapkan Tipologi Jungian


Anggie Berliani, seorang mahasiswi tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi di Bandung, telah menyaksikan sendiri dan mengalami manfaat tipologi Jungian.
Anda bisa saksikan sendiri pada screenshot berikut ini:

Valentina Membuktikan Banyak Manfaat dari Tipologi Jungian


Valentina Yohana, seorang mahasiswi di salah satu Universitas di Yogyakarta memberikan kesaksiannya dengan beberapa poin sebagai berikut:
1.  Jadi mengenal dan paham fungsi kognitif dan bagaimana pengaruh urutan fungsi terhadap cara berpikir tiap tipe, dan tentu tentang 4 sides of mind
2.  Jadi makin jarang gampang menilai keputusan orang dari kerangka pikirku sendiri tapi lewat kerangka pikir orang tersebut. Ya yang satu ini terjadi setelah aku coba deteksi tipe (typing) kenalanku
3.  Jadi lebih mengenali diri sendiri contohnya alasan “kenapa aku begini dan begitu” yang dulunya sering bikin aku berpikir kenapa aku aneh cara mikirnya, hehehe..
4.  Membantu unleash the potential of myself and other people as well
5.  Well, basically the practicality of it, topik psikologi ini bisa begitu abstrak buat awam jadi ketika dikemas dengan cara yang lebih praktis.. Lebih banyak orang bisa menggunakannya dalam hidup sehari-hari + dalam bahasa Indonesia juga makin membantu

Kesaksian: Faris, 2 Tahun Mengira Diri INFP, Eh Mistyped, Rupanya INFJ


Hai, nama aku Faris.. Untuk kalian yang sedang kebingungan untuk mengetahui tipe personality kalian yang sesungguhnya, I recommend you guys buat konsultasi dan diskusikan tentang tipe kalian dengan bang Valen. It'll worth the time and resources. 
Tes pertama yang aku lakukan 2 tahun lalu membuat aku percaya bahwa aku ini seorang INFP, dibandingkan dengan jujur dengan diri aku sendiri which is aku ga tahu diri aku sendiri siapa sebenernya, aku mencoba baca penjelasan dan stereotype tentang INFP tersebut, aku bisa dihubungkan dengan penjelasan yang aku baca, lalu kucoba baca all about INFP dan aku akhirnya percaya mentah2 saya ini INFP. Selama dua tahun aku bersikap layaknya seorang INFP, berpikir sebagai layaknya seorang INFP. Tapi perlahan-lahan aku mulai merasa kalau aku membohongi pikiranku sendiri. Asal percaya hasil tes online tipe personality rawan membuat kalian terjebak seperti aku. Ada beberapa fungsi kognitif yang aku kira fungsi yang cukup nyaman aku gunakan tetapi ternyata hanya dapat digunakan dalam waktu tertentu. Justru saat aku menggunakan itu membuatku sangat kelelahan. 
Apapun tipe yang aku percayai aku pikir itu adalah aku. Aku bakal bertindak, berpikir, bersikap dan menjadi tipe tersebut, aku merasa aku bisa menjadi berbagai tipe dan semuanya seperti pas saja buat aku. Bagi sebagian orang melihatnya mungkin aku palsu, tapi itu bukanlah seperti yang kalian kira aku hanya tidak bisa menentukan dengan pasti siapa aku sebenarnya. 
Aku mendahulukan orang lain dibanding diriku sendiri. Aku menjadi cermin dari siapapun yang berhadapan denganku, aku mengamati mereka yang berhadapan denganku mengambil bagian dari gambar diri mereka dan mencerminkan siapa mereka so I be that person that they want and like. Setelah belajar ulang, gejala ini memang sering terjadi di INFJ muda karena memang tipe ini terkenal sebagai “social chameleons”. Buat kalian yang pernah merasa sepertiku, pihak luar atau pun sosok kedua selain diri kamu sangat diperlukan karena apa yang kita lihat tentang diri kita, bisa sangat berbeda dengan apa yang banyak orang lain lihat. 
Untuk memastikan ulang apa yang kamu percayai sebelumnya, kamu butuh seseorang yang memang sudah ahli dan lama bergulat di bidang yang kamu ingin ketahui pasti kebenarannya. Bang Valentino Gratia atau yang biasa aku panggil bang Valen ini sosok tepat buat kalian datangi jika kalian mengalami kebingungan tentang tipe personality Anda. Anda juga bisa bertanya dan berkonsultasi tentang kelebihan dan kelemahan kalian. Cara menangani kendala mental dari masalah tertentu terkait tipe kalian dan juga cara untuk bahagia maupun untuk menjadi pribadi yang lebih dewasa lagi. 

Keuntungan apa yang saya dapatkan?
  1. Kejelasan lebih mengenai diri saya sendiri setelah memahami gaya berpikir atau mentalitas saya, dimulai dari memahami fungsi kognitif, topik paling mendasar dari tipologi Jungian. Bahasan inilah yang mendasari materi dibalik MBTi
  2. Memastikan ulang tipe saya yang sebenarnya setelah lama mengalami masalah karena mistyping atau salah deteksi tipe
  3. Informasi berharga lainnya yang saya dapatkan dalam sesi konsultasi yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu di sini..
Apa yang saya rasakan setelah mengetahui tipe saya sebenarnya? 
Tentu bagi tiap individu berbeda namun dalam kasus saya mengetahui tipe saya merupakan hal yang berat untuk diterima, saya sempat over-thinking dan mulai mempertanyakan ulang segalanya. Semua sistem internal tentang diri saya hancur dan saya harus kembali membangunnya ulang dari awal (khas Ti user). Saya sampai jatuh sakit dan mengalami sakit kepala yang luar biasa. Walaupun sekarang saya sudah lega dan tenang setelah mengetahui tipe saya sebenarnya, battle sebenarnya tetep harus saya hadapin sendiri, melawan over-thinking yang tidak ada hentinya.
Perjuangan saya kini lebih mudah karena saya mengenali bagian apa yang menjadi musuh yang harus saya hadapi, apa yang harus saya lakukan melawan musuh dalam diri saya sendiri. Semua ini tidak akan lebih mudah dan cepat terjadi tanpa bantuan bang Valen dalam mendeteksi ulang tipe saya. Jadi, mungkin itu saja yang bisa saya bagikan... 
Jika kalian butuh bantuan untuk pengembangan diri dan memastikan ulang tipe kepribadian kalian lebih akurat, ataupun tertarik untuk mengenal dunia Jungian typology ini silahkan konsultasikan permasalahan maupun pertanyaan kalian ke bang valen sekarang juga.
Best regards, Faris. (Freelance content creator writer)


Masih kurang? Berikut ini screenshot kesaksian nyata lainnya..















































Sabtu, 06 Juni 2020

6 Alasan Tes Online MBTI Berisiko Berdampak Buruk bagi Anda


Ketika saya pertama kali mengetahui tentang MBTI, saya coba salah satu tes online gratis, seperti yang dilakukan kebanyakan orang. Cukup mengejutkan, sebagai remaja, itu benar-benar mematok saya. (Saya kemudian bertanya-tanya, beralih ke jenis yang berbeda, tetapi kemudian akhirnya kembali ke tipe yang semula saya kira) Sayangnya, tidak semua orang begitu kejadiannya. Orang-orang mengambil tes yang berbeda dan mendapatkan beberapa tipe yang berbeda sepanjang waktu, dan kemudian berakhir di komunitas online MBTI yang menanyakan apa artinya semua itu. Saya akan menjawab pertanyaan itu sekarang: banyak alat tes ini menyebalkan dan tidak menyajikan deteksi yang akurat!
Penggemar pemula MBTI cenderung terlalu yakin untuk mempercayai hasil tes, dan akhirnya menjadi bingung ketika hasil tes bertentangan satu sama lain atau bertentangan dengan firasat mereka tentang orang lain. Haruskah Anda mempertimbangkan hasilnya? Tentu. Jelas bukan hal yang buruk untuk mengecek diri sendiri, tetapi jangan mencoba memaksakan sesuatu agar cocok ke diri Anda, bukan hanya karena tes memberi Anda beberapa hasil yang meleset. Kebanyakan online test tersebut jauh dari sempurna.

Kenapa begitu? Beginilah alasannya ...

1.   Kebanyakan pertanyaan pada angket test itu pada dasarnya cacat

Anda nyaman di tempat atau suasana yang ramai? Anda punya banyak teman dekat? Sistem tes rata-rata langsung menilai Anda Extrovert, tetapi bagaimana jika tidak? Bagaimana jika Anda adalah seorang introvert yang kebetulan tinggal di kota sepanjang hidup Anda? Peluangnya adalah kerumunan & keramaian mungkin tidak mengganggu Anda, dan Anda bahkan mungkin merasa aneh jika dalam keadaan tidak ada orang sama sekali. Lanjut, mengapa hanya orang ekstrovert yang dapat memiliki banyak teman? Bagaimana jika Anda adalah orang dewasa yang sudah memiliki waktu yang cukup untuk menetap dalam kelompok sosial dan sebagian besar dari orang-orang itu telah menjadi teman Anda? Apakah ini berarti Anda menjadi ekstrovert dari waktu ke waktu? Tidak, justru ini menandakan cacat cara perancangan tes sebagai instrumen deteksi tipe. Bukannya mendeteksi kalau Anda memang dominannya fungsi ekstrovert, mereka malah sodorkan pernyataan yang isinya stereotip terkait ekstrovert dan apakah Anda setuju atau tidak setuju. Kelemahan yang sama ditemukan dengan semua aspek dikotomi: E / I, S / N, T / F, P / J tersebut. Anda punya belas kasih di dalam diri Anda? Bagus! Anda seorang perasa (Feeler). Bagaimana dengan pemikiran abstrak atau lamunan? Kalau Anda jawab YA berarti Anda seorang yang iNtuitive atau iNtuition. Lalu Anda tidak menunggu sampai menit terakhir untuk menyelesaikan sesuatu? Tes online mungkin akan menilai Anda seorang Judger. Tes-tes ini mengajukan pertanyaan yang pada dasarnya cacat.

2.   Orang yang membuat sistem online test ini mengandalkan stereotip

Nyatanya Sensor dapat menjadi kreatif. Perceivers dapat jadi orang yang teratur. Judgers dapat tidak terorganisir. Pemikir dewasa memperhitungkan perasaan orang lain. Jangan lupakan hal itu! Seharusnya orang paham kalau dibalik MBTI adalah tentang proses mental internal kita dan bagaimana kita berinteraksi dengan dunia luar. Tes terkadang mencoba mengaitkan tindakan atau kemampuan tertentu dengan jenis tertentu, dan itu secara hakikinya cacat. Misalnya, kreativitas dan kemampuan artistik cenderung dikaitkan dengan N atau F. Dengan kata lain, seorang tipe ST yang jelas-jelas “artistik” otomatis “tidak dianggap keberadaannya”. Stereotip yang merajalela di komunitas MBTI diakibatkan dari informasi yang salah. Mungkinkah stereotip itu muncul karena konstruksi pertanyaan test yang ada ataukah karena penjelasan dari pihak pembuat online test-nya? Sulit untuk menentukannya, tetapi nyatanya keduanya sering kali berbarengan.

3.   Kebanyakan tes ini fokus pada kasus kondisi yang ekstrem

Penulis asli dari artikel ini seorang ISTP yang benar-benar ISTP, tetapi pada suatu waktu, sebelum saya memahami fungsi kognitif, saya mulai bertanya-tanya apakah saya seorang ISTJ. Mengapa? Karena saya tidak pernah bergaya “casual unorganized” yang berantakan, kurang teratur distereotipkan kepada Perceivers. Saya dibesarkan dalam lingkungan yang relatif terstruktur, dengan kata lain, saya menjadi agak terstruktur dan disiplin. Saya bukan tipe orang yang menunggu sampai menit terakhir untuk mulai mengerjakan sesuatu yang penting. (Aku benar-benar belajar untuk ujian terlebih dahulu sehingga aku tidak perlu menumpuk semua kesibukan dan belajar sistem kebut semalam seperti banyak teman kuliahku. Aku menghargai waktu tidurku.>.>) ISTJ asli atau pengguna Te sebenarnya lebih terorganisir dalam hal ini, dan saya pernah merasa seperti ada kekacauan kalau saya dibandingkan.

4.   Kebanyakan online test tidak meninjau fungsi kognitif

Memang ada beberapa tes di luar sana yang diadakan, beginilah kebanyakan yang terjadi Tapi bagaimanapun, saya akan memberi Anda sebuah contoh mengapa ini penting. Ketertiban dan struktur selalu dikaitkan dengan Judger type. Pada kenyataannya, tatanan dan struktur lebih spesifik merupakan tanda fungsi Te, dan mungkin kombinasi Si juga karena Si membutuhkan konsistensi dan kehandalan. Sementara itu mungkin mencakup SFJ, dan TJ, itu meninggalkan NFJ, yang mungkin tentang secara alami tidak terstruktur seperti Perceivers. Plus, jika hanya beberapa jawaban yang salah memberi hasil tipe J dan bukan P, tes-tes ini hanya menghasilkan deteksi tipe seseorang dengan hasil yang meleset. Sebagai contoh, sebuah ENTJ dan ENTP tidak ada kesamaan fungsi dan tipe kepribadian yang sangat berbeda. Ini adalah bagian dari alasan beberapa orang mengikuti tes dan kemudian membaca penjelasan untuk tipe yang mereka dapatkan dan justru keseluruhan isinya tak menjelaskan dirinya sedikitpun!

5.   Orang gagal memahami diri mereka sendiri atau malah mengalami bias

Jelas, ini bukan masalah dengan tes, tetapi beberapa orang sangat bergumul melihat diri mereka apa adanya. Ada beberapa alasan mengapa. Pertama, ada banyak orang condong punya pandangan palsu tentang diri mereka sendiri. Orang macam ini melihat diri mereka dengan anggapan tertentu, dan kadang ada orang menolak mengenali kekurangan mereka atau bagian dari diri mereka yang membuat mereka malu. Orang macam ini percaya kalau mereka seharusnya lebih mengesankan dibanding.
Selain itu, mengajukan pertanyaan tentang apakah Anda berpikir Anda logis, atau ramah, atau banyak akal hanya memicu salah deteksi tipe (mis-typing) karena itu akan dipengaruhi oleh peserta tes yang punya bias kognitif terhadap diri mereka sendiri. Tentu saja saya ingin menganggap diri saya logis, baik, dan banyak akal. Jadi tes menerima respons angket dari orang dan skor Anda T untuk menjadi logis, F untuk menjadi baik, dan N untuk menjadi serba bisa. Fenomena ini sebenarnya secara hakikinya cacat jika berfokus pada sifat-sifat apa yang Anda pikir Anda miliki bukannya berfokus pada cara atau kecondongan berpikir mental Anda. Sebagian besar bias bisa dihilangkan jika pertanyaan yang diajukan mencari tahu bagaimana pendekatan Anda terhadap masalah bukannya bertanya apakah Anda logis, baik, atau banyak akal.
Kedua, ada potensi orang yang membandingkan diri dengan orang lain. Ini tidak selalu berdampak buruk kalau dilakukan dengan benar. Membandingkan diri Anda dengan orang lain dapat memberi Anda perspektif yang utuh dan mengurangi bias tentang diri Anda. Namun, jika Anda hanya berada di sekitar orang yang sama, ini akan menjadi bumerang. Kembali ke contoh pengalaman ISTP seperti saya di bagian sebelumnya. Saya ada dalam anggota keluarga saya yang mayoritas relatif terorganisir dan terstruktur .. tetapi sebagian besar anggota keluarga saya (pada waktu itu) mengalami kekacauan... Ketika Anda tinggal bersama keluarga, terkadang sulit untuk memisahkan siapa Anda sebenarnya dan apa pengaruhnya lingkungan terhadap Anda. Saya tahu bahwa pola dan perilaku saya sedikit berubah ketika saya tahu saya akan benar-benar sendirian dan punya kebebasan penuh untuk melakukan sesukaku. Kebanyakan orang, apakah mereka mau mengakuinya atau tidak, memang mengubah perilaku mereka dengan taraf tertentu di sekitar orang lain.
Alasan ketiga, ketika ada beberapa orang berpersepsi sama, kadang kita menerima perspektif mereka tentang siapa kita = kenyataan diri kita. Contoh: mereka anggap saya jahat jadi saya pasti jahat. (Kemudian Anda shock ketika seorang lainnya bilang Anda "manis". Ini dari kisah nyata.) Sayangnya, “hukum kesan pertama” dapat mengacaukan kita jika kita sudah mengenal seseorang untuk waktu yang lama dan orangnya benar-benar mengelola diri menuju perubahan.

6.   Orang terkadang menjawab berbeda karena suasana hati / mood

Saya ingin mengatakan bahwa masalah ini mungkin terutama masalah tipe Feeler, tetapi saya tidak bisa mengatakannya dengan pasti. Pada dasarnya, seorang introvert yang biasanya cukup introvert mungkin merasa kesepian suatu hari, dan saat menjawab semua pertanyaan malah seolah seperti seorang ekstrovert. Saya yakin Anda dapat bayangkan skenario kemungkinan lainnya. Secara teknis, suasana hati seharusnya tidak memengaruhi jawaban seseorang. Pertanyaan harus dijawab dengan cara yang biasanya Anda pikirkan, tetapi ... Saya kira orang tidak selalu menyadari hal ini, kan? Sekali lagi saya katakan semua cacat itu bisa hilang jika tes lebih berfokus pada fungsi kognitif yang Anda gunakan. Misalnya, untuk mendeteksi dominan Si, dari tanda Si akan selalu menghargai keselamatan dan keamanan terlepas dari apa yang mereka rasakan di hari itu, jadi jika Anda mengikuti tes yang tepat, itu akan mendeteksi Anda seorang ISxJ terlepas dari bagaimanapun suasana hati Anda.